[REVIEW] Benton Fermentation Essence

*Based on my own experience. YMMV, your mileage may vary. Hasil bisa berbeda di berbagai masalah dan jenis kulit yang lain.

Waktu lagi nge-hype-nya Benton Snail Bee High Content Essence kemarin, entah kenapa saya kurang tertarik untuk nyobain. Kayak muncul ego dari dalam diri sendiri untuk tidak ikut-ikutan dan mainstream seperti orang-orang (walaupun ikutan beli Some By Mi Miracle Toner pada masanya :)), LOL.

Yeah, so this is my very first Benton Cosmetics skincare product. Benton Fermentation Essence, adalah first essence dari Benton yang kandungan utamanya adalah Galactomyces, berfungsi untuk membantu mencerahkan dan menghilangkan kekusaman. Benton Fermentation Essence sendiri sudah mengalami perubahan formula sejak Oktober 2017, jadi yang akan saya tulis selanjutnya adalah pengalaman menggunakan Benton Fermentation Essence dengan formula yang baru.

PACKAGING

20190112_171426
Botolnya satu kosong satu berisi, alias sudah saya beli lagi yang baru

Kemasannya botol pump. Selalu suka sama kemasan yang seperti ini karena sangat memudahkan untuk mengambil isi produknya. Nggak perlu buka-tutup buka-tutup, langsung pump, beres. Botolnya sendiri terbuat dari plastik (melamin?) dan berwarna hitam. Jangan khawatir kalau nggak sengaja terjatuh (secara wajar), karena kemungkinan besar nggak akan pecah. Botolnya juga ringan, handy, gampang kalau dibawa-bawa untuk traveling.

DETAIL

Menurut website Soko Glam, Benton Fermentation Essence ini punya level pH sekitar 6.5, tidak terlalu alkali dan tidak terlalu asam.

3.38 oz / 100 ml

Expired = 2 years after manufacture date

PAO (Period After Opening) = 6 months

Sesuai dengan informasi yang didapat melalui akun Benton Cosmetics di eBay, Benton Fermentation Essence diperuntukkan untuk semua jenis kulit termasuk kulit sensitif serta masalah kulit seperti fine lines, poor elasticity, dull complexion, dehydrated and tight skin dan juga oil-water imbalance.

CLAIM

Berdasarkan website Benton Cosmetics sendiri, klaim produk ini adalah:

This lightweight, quick absorbing essence packs a punch with galactomyces ferment filtrate, a fermented yeast that can brighten and bring suppleness back to the skin. A high concentration of fermented ingredients, ceramides and hyaluronic acid ensures a visible boost to your skin’s elasticity and moisture levels.

Menarik, nggak?

INGREDIENTS

20190116_100401
Galactomyces Ferment Filtrate, Aqua (Water), Butylene Glycol, Pentylene Glycol,
Glycerin, 1,2-Hexanediol,Bifida Ferment Lysate, Ceramide NP, Althaea Rosea Root Extract,
Aloe Barbadensis Leaf Extract, Betaine, Panthenol, Allantoin, Sodium Hyaluronate,
sh-Oligopeptide-1, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Pulsatilla Koreana Extract,
Usnea Barbata (Lichen) Extract, Adenosine, Arginine, Xanthan Gum,
Hydrogenated Lecithin, Polysorbate 20, Lecithin

Look at those ingredients! Beautiful, aren’t they?

Ingredients-nya penuh sama “makanan-makanan” yang bagus. Untuk star ingredients, ada Galactomyces (brighten and help dull complexion)Bifida Ferment Lysate (help skin repair itself), Ceramide (smoothen the skin), sh-Oligopeptide-1 dan Adenosine (anti wrinkle). Selain star ingredients, ada “makanan” baik lainnya juga seperti Althaea Rosea Root Extract, Allantoin dan Aloe Barbadensis Leaf Extract sebagai soothing agent, Betaine dan Sodium Hyaluronate sebagai hydrating agent, Panthenol (vitamin B) dan Arginine sebagai antioxidant.

HOW TO USE

Jadi, walaupun namanya Fermentation Essence (yang biasanya dipakai langsung setelah double cleansing), saya pakai ini setelah toning. Setelah nyoba-nyoba pakai sebelum atau pun sesudah toner, saya lebih suka kalau dipakai setelah toner. Kalau baca-baca sumber lainnya sih, kalau mau pakai hydrating toner dalam regimen skincare, Benton Fermentation Essence ini dipakai setelah cleansing dan toning. Tapi kalau nggak masukin hydrating toner ke dalam regimen skincare, setelah cleansing langsung bisa pakai first essence ini.

Kalau kamu nggak bermasalah sama kulit dehidrasi, cukup pakai ini aja tanpa tambahan hydrating toner juga nggak masalah (skip-care method). Let’s take a look from the function, not its name. Di ingredients-nya ada aloe vera dan hyaluronic acid yang menurut saya sangat membantu untuk fungsi hidrasi. Bisa di-layer juga beberapa kali tergantung kebutuhan dan preferensi kalau ingin hidrasi yang lebih thick. Berhubung jenis kulit saya dehydrated dan merasa butuh tambahan hydrating toner, jadi saya pakai tambahan hydrating toner dulu sebelum pakai Benton Fermentation Essence ini.

Di saya pribadi, untuk pemakaian kulit wajah dan leher, butuh sekitar dua pump untuk sekali pakai. Saya pakai setiap pagi dan malam hari, satu botol (100ml) habis menuju akhir bulan ketiga pemakaian.

TEKSTUR, WARNA, BAU

20190112_172023
Tekstur dan warna Benton Fermentation Essence

Teksturnya ringan kayak air, literally beneran cair dan warnanya putih susu.

Selama 3 bulanan saya pakai ini, sama sekali nggak nyium bau sesuatu yang aneh. Bisa dibilang, ini unscented. Dan setelah Googling sedikit, klaim produknya memang fragrance free formula.

FINAL VERDICT

Selama tiga bulan pemakaian (Oktober-awal Januari), yang saya rasakan tone kulit saya memang jauh lebih cerah. Bahkan di pengalaman saya, hasilnya perlahan-lahan mulai kelihatan di minggu pertama! Saya sudah sangat jarang pakai sejenis foundation, concealer dan lain-lain dengan tujuan meratakan warna kulit kalau tujuannya untuk hang out santai ke luar rumah. Rajin pakai ini aja menurut saya sudah sangat membantu dalam hal complexion. Padahal, skincare saya yang lain ada brightening agent lainnya juga seperti Arbutin dan Niacinamide, tapi Galactomyces ini yang benar-benar cepat kelihatan hasilnya. Nggak heran juga sih karena kandungan Galactomyces-nya cukup tinggi.

Terus, gimana dengan klaim smoothen the skin? Apakah benar?

Sebenarnya iya, saya ngerasa kulit jauh lebih halus semenjak pakai ini. Tapi menurut saya masih sangat kurang kalau tujuannya menghaluskan tekstur kulit dengan hanya mengandalkan first essence ini aja, melihat kandungan Ceramide-nya yang juga nggak begitu banyak. Untuk menghaluskan tekstur kulit, harus rajin-rajin pakai skincare yang tujuannya eksfoliasi.

Untuk anti wrinkle seperti fine lines dan smile lines, saya juga nggak terlalu memperhatikan. Karena kulit saya juga belum kelihatan wrinkle-nya, sih :p

RATING

5 of 5 for sure! Belum ketemu minusnya.

Oh, ada! Waktu isinya udah mau habis, first essence-nya jadi susah diambil kalau melewati pump. Jadi caranya, botolnya harus dibuka dulu dan tuangin first essence-nya secara manual ke telapak tangan. Agak ribet, memang.

Tapi walaupun gitu, rating-nya tetap 5 menurut saya X)

REPURCHASE?

Melihat what has been caused dan  saya pikir price to value-nya yang oke, sepertinya saya akan terus repurchase sampai suatu waktu nanti menemukan yang lebih potent.

PRICE AND WHERE TO BUY

Harganya berkisar di berbagai marketplace (karena Benton Cosmetics belum secara resmi masuk ke Indonesia, jadi belum tersedia di offline store) di Indonesia mulai dari IDR 170.000 – IDR 200.000.

Untuk yang tertarik mencoba, jangan lupa dibarengi dengan sunscreen-nya ya. Karena percuma pakai brightening agent tapi ujung-ujungnya sunscreen dilupakan. Kalau udah gini, jadi fungsi Galactomyces dan anti wrinkle agent-nya buat apa? 😦

Tabik, Mutia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s