[REVIEW] ERHA.DNA, PERSONALIZED SKIN CARE DARI INDONESIA

Seperti yang pernah saya update sebelumnya pada Instagram Stories saya, awal tahun ini saya berkesempatan untuk mencoba rangkaian skin care dari ERHA.DNA. Singkatnya, ERHA.DNA adalah bagian dari ERHA Dermatologist dengan konsep personalized skin care yang menggunakan teknologi AI (artificial intelligence) dan DNA. Nah, karena disesuaikan dengan karakter genetik, jenis dan permasalahan kulit kita, maka sebelum penggunaannya nanti akan dikirim tiga alat skin test terlebih dahulu yaitu Skin Lens, Moisture Test dan DNA Swab, dimana DNA Swab ini nantinya akan dikembalikan lagi kepada mereka untuk dianalisis lebih dalam.

1582269851806
Skin Lens dan Moisture Test

Untuk DNA Swab, cara kerjanya adalah dengan mengambil sample air liur dari pipi bagian dalam menggunakan cotton buds. Skin Lens berfungsi mengambil foto keadaan permukaan kulit, dan Moisture Test untuk mendeteksi level hidrasi pada kulit. Kira-kira seperti ini contoh penggunaannya,

1582270028514
ERHA.DNA Skin Lens
1582270083439
ERHA.DNA Moisture Test

Saya pernah menjelaskan panjang lebar tentang ERHA.DNA berikut cara penggunannya di Instagram Stories saya. Kalau teman-teman terlewat dan berniat melihat ulang, sila buka highlight Instagram saya, @ademutiaraa,  yang judulnya ERHA.DNA.

Setelah dianalisis oleh ERHA.DNA, hasilnya akan keluar melalui aplikasi ERHA.DNA yang harus kita download terlebih dahulu. Nah, selanjutnya akan dikirimkan hard copy hasil skin test-nya bersamaan dengan skin care yang telah mereka sesuaikan untuk kebutuhan kulit kita. Berikut sedikit dari laporan hasil skin test yang telah saya terima.

1582270201009
Nilai saya 83, yeay! Dengan masalah “bintik” yang mendominasi
1582270244390
Profil genetik kulit saya

Setelah penggunaan skin care ERHA.DNA kurang lebih selama sebulan, akhirnya saya sudah siap untuk mengutarakan pendapat saya tentang skin care-nya. Ada lima jenis skin care yang dikirim ke saya, facial cleanser, moisturizer day, essence, moisturizer night dan sunscreen yang tentu saja sudah disesuaikan dengan kondisi kulit saya pada saat itu.

Postscript, kode yang berada di dalam kurung dalam tulisan selanjutnya merupakan kode skin care yang sesuai dengan jenis kulit saya. Berbeda kode maka ingredients dan peruntukannya pun juga akan berbeda.

Facial Cleanser (CL1)

Peruntukannya adalah untuk kulit yang cenderung oily. Saya suka dengan cleanser-nya, nggak bikin kulit terasa kesat dan ketarik. Warnanya transparan, busanya ada tapi sedikit. Ada hint bau lemon-nya. Setelah cuci muka, kulit terasa lembuuut sekali. So far, saya nggak ada masalah dengan cleanser-nya.

Ingredients ERHA.DNA Facial Cleanser (CL1):

Aqua, Cocamidopropyl Betaine, Sodium Lauroyl Sarcosinate, Tetrasodium EDTA, Sodium Chloride, PEG-120 Methyl Glucose Dioleate, Hamamelis Virginiana Extract, Ethanol, Glycerin, Coco-Glucoside, Glyceryl Oleate, Citric Acid, Hydrogenated Palm Glycerides Citrate, Tocopherol, Propylene Glycol, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Niacinamide, Ethylhexylglycerin, Bromelain, Maltodextrin, Tocopheryl Acetate, Panthenol, Hydrolyzed Wheat Protein, Fragrance, Sodium Benzoate, Methylchloroisothiazolinone, Methylisothiazolinone, Phenoxyethanol.

Berdasarkan hasil analisis dari SkinCarisma berikut, cleanser-nya ada dalam kategori yang ramah dengan kulit sensitif.

erha.dna_cl1
Hasi analisis ingredients ERHA.DNA Facial Cleanser (CL1) versi SkinCarisma

Silakan klik di sini untuk melihat hasil analisis ingredients ERHA.DNA Facial Cleanser (CL1) yang lebih mendalam versi SkinCarisma. Perlu diingat bahwa SkinCarisma tidak bisa dijadikan patokan untuk kecocokan skin care yang bersangkutan dengan kulit masing-masing.

Day Moisturizer (MD1)

Klaim dari pelembap pagi ini selain melembapkan kulit, adalah memberikan sensasi rasa sejuk, melindungi kulit dari kemerahan karena iritasi sekaligus membantu mengurangi produksi sebum berlebih.

Saya suka deh sama day moisturizer-nya karena tipe pelembap yang lightweight. Sangat ringan, cepat meresap, finishing-nya bahkan hampir seperti tidak memakai pelembap. Warnanya putih susu. Tidak ada fragrance yang mengganggu, namun baunya somehow mengingatkan saya dengan bau sekumpulan semut hitam(?).

Ingredients ERHA.DNA Day Moisturizer (MD1):

Aqua, Aluminum Starch Octenylsuccinate, C13-15 Alkane, Betaine, Niacinamide, Trehalose, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Xylitylglucoside, Anhydroxylitol, Xylitol, Glucose, Glycerin, Cetyl Alcohol, Capryloyl Glycine, Caprylyl Glycol, Squalane, Dimethicone, Dipotassium Glycyrrhizate, Tocopheryl Acetate, Butyrospermum parkii (Shea Butter), Xanthan Gum, Allantoin, Gluconolactone, Sodium Hydroxide, Disodium EDTA, Phenoxyethanol.

erha.dna_md1
Hasil analisis ingredients ERHA.DNA Day Moisturizer (MD1) versi SkinCarisma

Silakan klik di sini untuk melihat hasil analisis ingredients ERHA.DNA Day Moisturizer (MD1) yang lebih mendalam versi SkinCarisma. Perlu diingat bahwa SkinCarisma tidak bisa dijadikan patokan untuk kecocokan skin care yang bersangkutan dengan kulit masing-masing.

Essence (ES5)

Klaimnya adalah membantu menyamarkan garis halus pada wajah karena essence ini diperkaya dengan kandungan Royal Epigenin dan Matrixyl Synthe’. Ada pula kandungan Betaine, Phytosqualane dan Sodium Hyaluronate untuk mempertahankan kelembapan kulit, serta Allantoin dan Bisabolol untuk melindungi kulit dari kemerahan.

Tekstur dan warnanya mirip sekali dengan MD1. Ada sedikit hint bau lemon-nya mirip dengan CL1, mengingat di ingredients-nya pun terdapat kandungan fragrance. Karena saya tidak mempunyai masalah dengan iritasi maupun kemerahan, maka yang saya rasakan selama sebulan pemakaian yaitu hanya berkisar dengan kemampuannya untuk melembapkan.

Ingredients ERHA.DNA Essence (ES5):

Aqua, 3-O-Ethyl Ascorbic Acid, Propanediol, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Silica, Butylene Glycol, Isoceteth-10, Methyl Gluceth-20, Cetearyl Ethylhexanoate, Glycerin, Butyrospermum parkii (Shea Butter), Hydrogenated Lecithin, Phenethyl Alcohol, Ethylhexylglycerin, Maltodextrin, Pentapeptide-48, Hydroxypropyl Cyclodextrin, Palmitoyl Tripeptide-38, Caprylic/Capric Triglyceride, Cetearyl Alcohol, Dicetyl Betaine, Dicaprylyl Carbonate, Tocopheryl Acetate, Squalane, Citric Acid, Allantoin, Bisabolol, Dimethicone, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Xanthan Gum, Fragrance, Sodium Hyaluronate, Phenoxyethanol, Sodium Metabisulfite.

erha.dna_es5
Hasil analisis ingredients ERHA.DNA Essence (ES5) versi SkinCarisma

Silakan klik di sini untuk melihat hasil analisis ingredients ERHA.DNA Essence (ES5) yang lebih mendalam versi SkinCarisma. Perlu diingat bahwa SkinCarisma tidak bisa dijadikan patokan untuk kecocokan skin care yang bersangkutan dengan kulit masing-masing.

Sunscreen (SU1)

Klaimnya tentu saja melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB. Ada panthenol dan aloe vera yang juga berfungsi sebagai pelembab, dan polymethyl metacrylate untuk membantu menyerap minyak berlebih. Tapi sayang sekali, nilai SPF maupun PA-nya tidak dicantumkan di kemasannya. Padahal menurut saya, nilai SPF dan PA itu penting agar konsumen tau seberapa protected-nya sebuah sunscreen.

Oke, jadi ini sunscreen terenak yang pernah saya coba. Loh, kok?

Seperti yang saya sebutkan di atas, ada panthenol sebagai agent moisturizer. Nah, panthenol (Vit B5) dikenal sebagai salah satu emollient. Emollient ini selain untuk melembapkan, cara kerjanya adalah mengisi “ruang-ruang” di antara kulit sehingga kulit terasa lebih halus dan supple alias berasa nggak gradakan lagi X). Coba lihat gambar di bawah.

Occlusive_humectant_emollient
Perbedaan Occlusive, Humectant dan Emollient. [sumber: Snehaskincare]

Kalau teman-teman pernah nyobain moisturizer dengan kandungan panthenol, bisa memahami kan maksud saya? Diantara moisturizer agent, emollient lah favorit saya >.<.

Andaikan saja ada keterangan mengenai nilai SPF dan PA-nya, saya nggak akan ragu untuk repurchase sunscreen ini kalau nanti sudah habis. Percaya deh, finishing-nya beneran kayak nggak pakai sunscreen. Bahkan saya waktu itu coba pakai “tiga jari” instead of “dua jari”. Enak bangeeet, ya Allah huhu :’).

Ingredients ERHA.DNA Sunscreen (SU1) adalah:

Aqua, 2-Ethylhexyl Salicylate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Cetearyl Ethylhexanoate, Polymethyl Methacrylate, Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid, Propanediol, Glyceryl Monostearate, Triethanolamine, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Cetearyl Alcohol, Dicetyl Phospate, Ceteth-10 Phospate, BHT, Cyclomethicone, 4-Methylbenzylidene Camphor, Octocrylene, Propylene Glycol, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Tocopheryl Acetate, Panthenol, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Disodium EDTA, Xanthan Gum, Carrageenan, Methylparaben, Propylparaben.

Silakan klik di sini untuk melihat hasil analisis ingredients ERHA.DNA Sunscreen (SU1) yang lebih mendalam versi SkinCarisma. Perlu diingat bahwa SkinCarisma tidak bisa dijadikan patokan untuk kecocokan skin care yang bersangkutan dengan kulit masing-masing.

Night Moisturizer (MN2)

Klaimnya sama seperti Day Moisturizer (MD1) dan ingredients yang digunakan pun mirip, hanya saja di packaging-nya tertulis dengan tambahan Sepicalm VG dan Juventide yang membantu menyamarkan garis halus pada wajah.

Komentar saya sama dengan day moisturizer-nya. Gimana enggak, ingredients-nya saja mirip hanya berbeda empat sampai lima ingredients. Efek yang dirasakan pun sama. Bahkan, sensasi bau semut hitamnya pun sama :’)

Ingredients ERHA.DNA Night Moisturizer (MN2):

Aqua, Aluminum Starch Octenylsuccinate, C13-15 Alkane, Betaine, Niacinamide, Glycerin, Starfish coelomic Fluid Extract, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Xylitylglucoside, Anhydroxylitol, Xylitol, Glucose, Zinc Gluconate, Cetyl Alcohol, Caprylyl Glycol, Squalane, Dipropylene Glycol, Sodium Palmitoyl Proline, Nymphaea Alba Flower Extract, Dimethicone, Tocopheryl Acetate, Butyrospermum parkii (Shea Butter), Xanthan Gum, Allantoin, Disodium EDTA, Sodium Hydroxide, Phenoxyethanol.

Silakan klik di sini untuk melihat hasil analisis ingredients ERHA.DNA Night Moisturizer (MN2) yang lebih mendalam versi SkinCarisma. Perlu diingat bahwa SkinCarisma tidak bisa dijadikan patokan untuk kecocokan skin care yang bersangkutan dengan kulit masing-masing.

Overall, saya suka dengan konsep personalized skin care seperti ini. Untuk teman-teman yang malas mencoba berbagai jenis skin care, cobain brand dengan konsep ini deh. Lebih hemat waktu dan biaya, to be honest. Kenapa? Karena jenis dan kebutuhan kulit kita dianalisis terlebih dahulu di sebuah lab, kemudian akan disesuaikan skin care yang cocok sesuai permasalahan kulit kita jadi kemungkinan ketidakcocokan semakin mengecil. Kalau saya pribadi, karena menyukai sensasi coba-coba berbagai macam skin care, tentunya tidak akan berhenti sampai di sini saja XD.

Ada yang udah pernah cobain konsep personalized skin care seperti ini, nggak? Kalau ada, silakan komen atau DM melalui Instagram saya, @ademutiaraa, lalu kita bercerita ria, hehe.

Terima kasih banyak ERHA.DNA atas kesempatannya untuk mencoba konsep personalized skin care ini *salim*.

Tabik, Mutia.

One thought on “[REVIEW] ERHA.DNA, PERSONALIZED SKIN CARE DARI INDONESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s